Kuawali dengan menyebut asma-MU, kuawali dengan mengingat-MU, kuawali dengan mengharap ridho-MU; berfikir karena-MU, berkreasi karena-MU, beramal karena -MU, berinovasi karena berharap petunjuk, tuntun- an, bimbingan, dan pertolongan-MU.
Kita tak bisa berbuat apa-apa, tanpa perlindungan dan pertolongan-NYA. Hanya kepada-NYA segala aktivitas dan kreativitas kita arahkan; terpusat semata-mata untuk mendapatkan nilai tambah : Ridho-NYA.
Kusadari; betapa tak berdayanya aku ini, atau siapa saja; yang namanya makhluq, hanya terucap kata-kata ber- makna: penuh Penghambaan kita : LA HAUWLA WA LA QUWWATA ILLA BILLAAHIL 'ALIYIL ADZIM
Memfocuskan ingatan pada persitiwa-peristiwa yang paling aktual sa'at ini, masih tersimpatan dalam ingatan kita: sewaktu sama-sama kita menjalankan ibadah shaum (tanggal 2 September 2009 M// 12 Ramadhan 1430 H). Tanggapan bisa beragam: ada yang panik, ada yang kaget, ada yang menangis, ada yang histeris, ada yang sakit, bahkan ada yang mati. Tetapi bagi mereka yang selama hidupnya konsisten akan Penghamba- an dirinya; apa pun yang teralami di alam bumi ini, malah semakin mendekatkan diri kepada-NYA. Subhanal- laah, Maha Suci: Engkau, Ya ... Allaah. Kalau bukan karena PERTOLONGAN-MU; mungkin aku ini sudah lagi tak dapat bernafas, tak dapat berkumpul dengan sanak keluarga, kerabat, saudara, teman, dan yang lain- nya, tak dapat bertemu lagi dan melanjutkan pergiliran waktu ini; Terima Kasih, Ya ... Allaah, atas Pertolong- an-MU; masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri, karena kusadari; selama ini aku terlalu berbuat salah, dosa dan dosa, Ampuni lah daku ini, agar aku senantiasa dapat mengingat-MU; Ya ... Allaah.
Kalau pun bukan karena Perlindungan dan Pertolongan-MU; aku tidak dapat lagi BERLEBARAN di Hari Raya Idul Fithri, 1 Syawwal 1430 Hijriyah (20 September 2009 Masehi). Padahal ada diantara saudara kami yang tak lagi mengalaminya, belum mereka yang selain ikut berlebaran, namun diliputi dengan kegalauan, kepi- luan, ketakmenentuan; karena hartanya, rumahnya, ladangnya, kebunnya, tokonya, bahkan sarana ibadahnya; mengalami kerusakan yang butuh akan perbaikan secepatnya. Ya ... Allaah, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu yang ada di muka bumi ini.
Ya ... Allaah, andaikan peristiwa itu dipandang ujian, Luluskanlah mereka untuk tetap berbakti kepada-MU !
Ya ... Allaah, kalaulah peristiwa itu dianggap adzab, sadarkanlah dan ma'afkanlah mereka; berbakti kpd-MU Ya ... Allaah, bagi mereka yang telah sadar dan taubat, semoga dapat dipulihkan kembali berbakti kepa-MU!
MASYA ALLAAH, bibirku masih basah untuk mendo'akan saudara-saudara ku yang terkena musibah ini; saudara-saudara ku yang berada di seberang pulau sana Sumatra (barat); Padang dan sekitarnya pada tanggal 30 September 2009 M, mengalami kejadian serupa, yang menurut keterbatasanku, di sana, dampaknya lebih besar lagi: tak hanya materi, ratusan orang tak lagi bernafas, mungkin masih ratusan lagi mereka, tidak dapat ditemukan oleh yang lainnya. Aku terima kejadian ini dengan sebatas tingkatan keimananku yang terbatas, aku hanya dapat berdo'a :
Ya ... Allaah, andaikan peristiwa itu dipandang ujian, Luluskanlah mereka untuk tetap berbakti kepada-MU !
Ya ... Allaah, kalaulah peristiwa itu dianggap adzab, sadarkanlah dan ma'afkanlah mereka; berbakti kpd-MU Ya ... Allaah, bagi mereka yang telah sadar dan taubat, semoga dapat dipulihkan kembali berbakti kepa-MU!
Akhirnya aku berharap kepada saudara-saudaraku yang selama ini belum sadar akan kesalahan-kesalahannya
== Bertobatlah ! Jadikanlah kesempatan untuk memperbaiki diri !
== Bila masih dipercaya memiliki harta dan ada lebihnya; *Keluarkanlah Zakatnya !*
== Bila ada harta masih bisa berbagi kepada yang lainnya; *Bantulah yang lain semampunya!*
== Bila masih memiliki pengetahuan, *Dakwah-kanlah bagi mereka yang memerlukannya !*
== Bila masih ada peluang atau kesempatan; *Bantulah mereka !, agar keperluannya dapat terpenuhi*
Mohon ma'af kalau ada yang tersinggung !
Kita sebagai manusia :
= Tidak ada kepastian kita bisa hidup seribu tahun lagi, kecuali atas idzin dan pengaturan ALLAAH swt.
= Tidak akan ada jaminan, apa yang kita miliki bisa tetap kekal; kecuali atas kehendak ALLAAH swt.
= Mungkin saja orang yang banyak harta, kalau tak berkah, selamanya dimiliki, kecuali atas idszin ALLAAH
Mungkin saja orang yang miskin harta, kalau beribadah kepada ALLAAH swt. dengan ikhlas akan menjadi
kaya raya; karena idzin, ridho, pengaturan, sudah sa'atnya, pertolongan dan nasib yang diberikan-NYA.
Khusus: Pesan bagi para Pemimpin !
BAGI SIAPA PUN YANG DIRINYA DIBERI KEPERCAYAAN UNTUK MEMIMPIN sebagai PEMIMPIN :
= memimpin dirinya, keluarga, RT, RW, Kepala Desa/Kelurahan, Camat, Bupati, Gubernur, dan Presiden.
= memimpin organisasi, lembaga, badan, instansi, unit kerja, dinas, departemen, atau posisi apa saja.
MANFA'ATKANLAH AMANAH ITU DENGAN SEBAIK-BAIKNYA UNTUK MENCIPTAKAN KESHOLEHAN SOSIAL DEMI TERCIPTANYA KEMASLAHATAN UMMAT DAN ADANYA KONDISI KESELARASAN HIDUP ANTARA MEMENUHI KEBUTUHAN DIRI SENDIRI DENGAN KONSISTEN JUGA UNTUK TETAP MEMBANTU ORANG LAIN.
Seseorang yang Mendambakan Penghuni Bumi
selalu eksis biisa :=Ber-IMAN dan TAQWA=
Agar Mendapatkan Keberkahan Allaah Swt.
Rahmat Surur
(Kepala KUA Kec. Cikajang Kab. Garut, Jawa Barat. NIP. 196512211993031002)
Cidatar 26-C, RT.06 RW.07 Desa Cidatar Kec. Cisurupan Kab. Garut 44163.
Cidatar; 09102009:07.02.
